Sabtu, 10 September 2011

Harga Saham


Saham
1. Jenis-jenis Saham
Saham ialah tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas (Indriyo dan Basri, 2002: 265).
Jenis-jenis saham secara umum (Indriyo dan Basri, 2002: 265-266):
1.    Saham biasa
Saham bisa adalah saham yang tidak memperoleh hak istimewa. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh dividen sepanjang perseorangan memperoleh keuntungan. Pemilik saham mempunyai hak suara pada rapat umum pemegang saham, dan pada likuidasi perseorangan pemilik saham memiliki hak memperoleh sebagian dari kekayaan perseorangan setelah tagihan kreditur dan saham preferen dilunasi.
2.    Saham bonus
Saham bonus diciptakan dari pos cadangan perseorangan, yang terbentuk dari uang kontan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Penyerahan saham bonus kepada pemegang saham, kekayaan perseorangan tidak mengalami perubahan, karena tidak ada kekayaan yang bertambah dan tidak ada modal yang dibayarkan. Perubahannya adalah pergeseran struktur permodalan perseorangan saja.
3.    Saham pegawai
Saham yang dapat dimiliki oleh para pegawai, dengan syarat tertentu dapat membeli saham perusahaan dengan kurs di bawah kurs bursa.



4.    Saham preferen
Saham yang memberikan hak untuk mendapatkan dividend an atau bagian kekayaan pada saat perubahan lebih dahulu dari saham biasa, dan disamping itu mempunyai preferen untuk mengajukan usul pencalonan direksi/komisaris.
5.    Saham pendiri
Para pendiri perseroan, biasanya dihargai dengan memberikan jasa yaitu dapat berupa saham yang disebut saham pendiri.
6.    Saham preferen kumulatif
Saham preferen yang memberikan hak untuk mendapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu secara komulatif.
7.    Saham preferen partisipasi.
Saham yang disamping hak prioritasnya masih dapat turut serta dalam pembagian dividen selanjutnya.

2.  Harga Saham
Harga saham merupakan indikator adanya keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan. Jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelola usahanya. Kepercayaan investor atau calon investor sangat bermanfaat bagi emiten, karena semakin banyak orang yang percaya terhadap emiten maka keinginan untuk berinvestasi pada emiten tersebut semakin kuat. Menurut teori, semakin banyak permintaan terhadap saham suatu emiten maka akan menaikkan harga saham emiten tersebut. Jika harga saham yang tinggi dapat dipertahankan maka kepercayaan investor atau calon investor terhadap emiten juga semakin tinggi, dan hal ini menaikkan nilai emiten. Sebaliknya jika harga saham selalu mengalami penurunan terus menerus berarti pula akan menurunkan nilai emiten di mata investor atau calon investor.

3.  Penilaian Harga Saham
Menurut G. Foster (1986) dalam Indriyo dan Basri (2002: 268) analisis terhadap harga saham melalui sikap manajemen investasi aktif dapat dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan teknikal,  pendekatan fundamental dan pendekatan market timing.
1.    Pendekatan Teknikal
Pendekatan teknikal merupakan suatu teknikal  analisis yang menggunakan data atau catatan mengenai pasar itu sendiri untuk berusaha mengakses permintaan dan penawaran suatu saham tertentu atau pasar secara keseluruhan.
Pendekatan ini menggunakan data yang sudah dipublikasikan serta faktor-faktor lain yang sasarannya adalah ketepatan waktu dalam memprediksi pergerakan harga jangka pendek suatu saham maupun indikator pasar. Penekanan anlisis adalah pada perubahan harga daripada tingkat harga untuk meramalkan trend perubahan harga tersebut. Burton G Malkill (1990) dalam Indriyo dan Basri (2002: 268) menyatakan bahwa penganut pendekatan ini sering disebut chartist. Para chartist beranggapan bahwa 90% pelaku pasar modal melakukan transaksi berdasarkan psikologis dan 10% berdasarkan logika. 
2.    Pendekatan Fundamental
Analisis fundamental didasarkan pada suatu anggapan bahwa setiap saham memiliki nilai intrinsik. Nilai intrinsik merupakan nilai nyata suatu saham yang ditentukan oleh beberapa factor fundamental perusahaan penerbit saham.

3.    Pendekatan Market Timing
Pendekatan market timing merupakan suatu pendekatan dengan cara menentukan (mereka-reka) kapan waktu menjual saham yang paling tepat, dengan harapan mendapatkan excess return yang diperoleh dengan melakukan variasi persentase portopolio pada equity securities.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar