Saham
1.
Jenis-jenis Saham
Saham ialah tanda
penyertaan modal pada perseroan terbatas (Indriyo dan Basri, 2002: 265).
Jenis-jenis saham
secara umum (Indriyo dan Basri, 2002: 265-266):
1. Saham
biasa
Saham bisa adalah saham yang tidak
memperoleh hak istimewa. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh
dividen sepanjang perseorangan memperoleh keuntungan. Pemilik saham mempunyai
hak suara pada rapat umum pemegang saham, dan pada likuidasi perseorangan
pemilik saham memiliki hak memperoleh sebagian dari kekayaan perseorangan
setelah tagihan kreditur dan saham preferen dilunasi.
2. Saham
bonus
Saham bonus diciptakan dari pos
cadangan perseorangan, yang terbentuk dari uang kontan yang tidak dibagikan
kepada para pemegang saham. Penyerahan saham bonus kepada pemegang saham,
kekayaan perseorangan tidak mengalami perubahan, karena tidak ada kekayaan yang
bertambah dan tidak ada modal yang dibayarkan. Perubahannya adalah pergeseran struktur
permodalan perseorangan saja.
3. Saham
pegawai
Saham yang dapat dimiliki oleh para
pegawai, dengan syarat tertentu dapat membeli saham perusahaan dengan kurs di
bawah kurs bursa.
4. Saham
preferen
Saham yang memberikan hak untuk
mendapatkan dividend an atau bagian kekayaan pada saat perubahan lebih dahulu
dari saham biasa, dan disamping itu mempunyai preferen untuk mengajukan usul
pencalonan direksi/komisaris.
5. Saham
pendiri
Para pendiri perseroan, biasanya
dihargai dengan memberikan jasa yaitu dapat berupa saham yang disebut saham
pendiri.
6. Saham
preferen kumulatif
Saham preferen yang memberikan hak
untuk mendapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu
secara komulatif.
7. Saham
preferen partisipasi.
Saham yang disamping hak
prioritasnya masih dapat turut serta dalam pembagian dividen selanjutnya.
2. Harga
Saham
Harga
saham merupakan indikator adanya keberhasilan manajemen dalam mengelola
perusahaan. Jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka
investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelola
usahanya. Kepercayaan investor atau calon investor sangat bermanfaat bagi
emiten, karena semakin banyak orang yang percaya terhadap emiten maka keinginan
untuk berinvestasi pada emiten tersebut semakin kuat. Menurut teori, semakin
banyak permintaan terhadap saham suatu emiten maka akan menaikkan harga saham
emiten tersebut. Jika harga saham yang tinggi dapat dipertahankan maka
kepercayaan investor atau calon investor terhadap emiten juga semakin tinggi,
dan hal ini menaikkan nilai emiten. Sebaliknya jika harga saham selalu
mengalami penurunan terus menerus berarti pula akan menurunkan nilai emiten di
mata investor atau calon investor.
3. Penilaian Harga Saham
Menurut
G. Foster (1986) dalam Indriyo dan Basri (2002: 268) analisis terhadap harga
saham melalui sikap manajemen investasi aktif dapat dilakukan dengan tiga
pendekatan yaitu pendekatan teknikal,
pendekatan fundamental dan pendekatan market timing.
1. Pendekatan
Teknikal
Pendekatan
teknikal merupakan suatu teknikal analisis yang menggunakan data atau catatan
mengenai pasar itu sendiri untuk berusaha mengakses permintaan dan penawaran
suatu saham tertentu atau pasar secara keseluruhan.
Pendekatan ini
menggunakan data yang sudah dipublikasikan serta faktor-faktor lain yang
sasarannya adalah ketepatan waktu dalam memprediksi pergerakan harga jangka
pendek suatu saham maupun indikator pasar. Penekanan anlisis adalah pada
perubahan harga daripada tingkat harga untuk meramalkan trend perubahan harga
tersebut. Burton G Malkill (1990) dalam Indriyo dan Basri (2002: 268)
menyatakan bahwa penganut pendekatan ini sering disebut chartist. Para chartist
beranggapan bahwa 90% pelaku pasar modal melakukan transaksi berdasarkan
psikologis dan 10% berdasarkan logika.
2. Pendekatan
Fundamental
Analisis
fundamental didasarkan pada suatu anggapan bahwa setiap saham memiliki nilai
intrinsik. Nilai intrinsik merupakan nilai nyata suatu saham yang ditentukan
oleh beberapa factor fundamental perusahaan penerbit saham.
3. Pendekatan
Market Timing
Pendekatan
market timing merupakan suatu pendekatan dengan cara menentukan (mereka-reka)
kapan waktu menjual saham yang paling tepat, dengan harapan mendapatkan excess return yang diperoleh dengan
melakukan variasi persentase portopolio pada equity securities.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar